Xikopi.com, July 24, 2010/9, by toniwahid

Untuk sampai ke tempat saya, kopi Nabire ini telah menempuh perjalanan yang sungguh tidak gampang. Bagaikan rute Camel Trophy yang legendaris, mobil yang membawa puluhan kilogram kopi Nabire harus berjuang melalui tanah yang berlumpur dan membuat ban mobil harus dimodifikasi khusus. Belum ditambah dengan rute sungai yang harus dilalui mobil pengangkut kopi yang punya aliran air yang sangat deras untuk sampai ke tempat pengolahan. Terbatasnya kalau tidak bisa dikatakan ketiadaan sarana transportasi yang memadai merupakan persoalan besar para petani kopi di propinsi Papua yang kopinya dikenal sebagai the most flavorful coffee.

Pestisida adalah terminologi yang tidak dikenal oleh petani kopi di sini, mereka menggarap kebunnya secara organik dengan unsur hara yang sangat kaya karena masih belum sejenuh seperti tanah di Jawa. Karakteristik alam yang sangat mendukung membuat kopi Papua selalu istimewa dan bila anda beruntung mendapatkan kopi yang masih fresh, bersiaplah untuk merasakan semerbak wanginya sejak biji kopi digiling hingga air panas dituang. Anak saya selalu tahu kalau sedang menyeduh kopi dari daerah ini karena komentarnya yang selalu sama “wanginya koq enak ya?”.

Kopi ini saya dapatkan dari Sombar Coffee, salah satu usaha kecil menengah yang membantu para petani di Nabire dengan hanya menjual roasted bean agar mendapatkan harga yang lebih bagus dibandingkan dengan green bean sehingga petani di sana mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Dengan alasan itulah saya mencoba mengenalkan kopi ini kepada khalayak pembaca, semata untuk sedikit berkontribusi membantu perusahaan yang turut membantu livelihood petani kopi di Papua, selain tentu saja, flavorful !

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X