Written By AMOYE BIDABI on Selasa, 12 November 2013 | 22.27

Kopi Dogiyai, Moanemani, Papua
Kopi Dogiyai, Moanemani, Papua

Dogimauw, News: Produk lokal kabupaten Dogiyai satu-satunya ada produksi kopi robusta dan arabika yakni kopi yayasan P-5 Moanemani. Jenis biji kopi moanemani didapatkan dari hasil pertanian para petani kopi, biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). kedua kopi ini memiliki Perbedaan umum terletak pada rasa,daun dan kondisi di mana dua jenis kopi ini tumbuh.

Perbedaan variasi kopi, Arabica memiliki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam. Sebelum dinikmati, aromanya seperti blueberry, setelah dinikmati, biji kopi Arabica beraroma buah-buahan dan manis, Robusta memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum. Biji kopi robusta sebelum disajikan beraroma kacang-kacangan.

Dahulu sebelum pemekaran kabupaten Dogiyai dari kabupaten induk Nabire sangat terpopuler dengan produk lokal yakni Kopi murni Moanemani dan banyak daerah lain berkunjung ke kecamatan Kamuu untuk membeli Produk Kopi dengan harga yang sangat terjangkau murah. Moanemanipun sangat terpopuler dengan sebutan lembah hijau Moanemani, disebabkan kebanyak orang Kamuu Moanemani dan Mapia bertani bercocok tanam Kopi dan hasil panen satu-satunya tempat pemasaran atau jual di P-5 Moanemani dengan harga yang terjangkau murah.

Namun dengan adanya pesaing atau fitur baru yang masuk ke wilayah Kamuu, maka kebanyakan para petani mau menjual hasil panenan kopinya ke pendatang baru yakni ke kios Sama-sama dengan cap logo gunung maago, kemudian muncul pemekaran kabupaten Dogiyai setelah adanya pemekaran ini muncul berbagai bantuan seperti JPS, uang BBM, Respek sehingga kebanyak Masyarakat Moanemani kehilangan rasa ingin bertani kopi karena termanja dengan bantuan pemerintah itu.

Kopi arabika dan robusta dijual dengan harga yang layak di P-5, namun konsumen menganggap mahal, sedangkan kios sama-sama cap Maago itu menjual dengan harga yang sangat bervariasi dengan bentuk bungkusan variasi tetapi tidak berkualitas sebab banyak campuran, perbandingan ini sangat jelas kopi p-5 kualitasnya sangat bagus dan mendunia.

Walaupun sudah ada pesaing masuk di Moanemani, p-5 mempunyai target pemasaran yang jelas di berbagai belahan dunia Eropa maupun di Indonesia dengan kualitas yang terjamin bagus, sehingga ada hubungan antara harga produk dengan keputusan membeli para konsumen dengan adanya demografi mempengaruhi minat beli konsumen meningkat di berbagai elemen.

Kesimpulan:
Produk lokal pudar di karenakan berkurangnya minat pertani untuk menanam kopi, kurangnya perawatan kebun kopi yang ada, kurangnya pemahaman tentang pendidikan dan pengembangan bibit kopi yang baik. padahal jenis kopi Arabika dan Robusta sudah tersohor di berbagai belahan dunia maupun di Indonesia baik dari harga, kualitas produksi, hubungan antara harga produk, target pemasaran yang luas dan banyak peminat kopi (Konsumen).

Ayooo…mari kita cintai produk lokal Dogiyai dan tingkatkan daya minat beli produk lokal Dogiyai, dan jangan kalah bersaing dengan produk orang pendatang.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X