by Fulcaff Coffee | Dec 7, 2015 | and kamapo.org

Kopi Arabika Papua Pegunungan Bintang dijuluki Kopi Bintang oleh Nova Panggabean, seorang peneliti bahasa dari Balai Bahasa Provinsi Papua. Kami termasuk pihak yang sepakat dengan Nova, karena kopi yang berasal dari Pegunungan Bintang ini memang memiliki karakter yang unik dan meriah. Kopi Pegunungan Bintang, jika diroasting di level jelang fullcity seperti yang diproduksi Fulcaff, punya aroma dan cita rasa yang nano-nano seperti fruity, chocolaty, nutty, honey, sweet notes dan tingkat kekentalan yang tinggi.

Kopi Bintang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Ibukotanya terletak di Oksibil. Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi satu-satunya kabupaten di Pegunungan Jayawijaya yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini. Kopi Arabika Pegunungan Bintang Papua ini dijamin alami, tanpa pupuk kimia dan jelas organik.

Kopi Pegunungan Bintang merupakan salah satu dari koleksi kami.

Surabaya-Komnews, Dalam ajang Pemeran Kopi Se-Indonesia yang diselenggarakan di Surabaya pada hari sabtu tanggal 05 september 2015, kopi asli Pegunungan Bintang-Papua berhasil menjadi bintang, yakni berhasil menjadi juara I dan II se-Indonesia dalam hal cita rasa dan aromanya.
Kopi yang dipamerkan ini berasal dari kampung Sabin (Okbab) dan Okbi.

Kopi ini dipamerkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan, yang dikordinir oleh Kepala Dinas Sadar Purwanto dan Niko Bukega.

Ungkapan syukur atas torehan prestasi ini disampaikan Kepala Dinas melalui akun Facebooknya, yakni: “Puji dan syukur kepada Tuhan karena dalam acara pameran, kopi Pegunungan Bintang mendapat apresiasi dari penikmat kopi yang mengunjungi stand kita. Bahkan tester internasional pun memberikan apresiasinya atas karakter kopi Bintang”, ungkapnya.

Lebih lanjut melalui media sosial, Sadar Purwanto berharap dengan adanya respon positif dari sejumlah kalangan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat petani Kopi. “Semoga harga kopi petani Kabupaten Pegunungan Bintang bisa kita dongkrak naik demi peningkatan kesejahteraan petani”, tuturnya. (Mecko)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X