Jayapura, Jubi – Dinas Perkebunan Provinsi Papua minta para bupati yang wilayahnya menghasilkan kopi menindaklanjuti ketertarikan Pemerintah Polandia untuk mengekspor komoditas tersebut.

“Ini kan peluang pasar yang sudah terbuka, sekarang tinggal bagaimana kita di provinsi mendorong para bupati yang wilayahnya mengembangkan kopi untuk menyambut ketertarikan Pemerintah Polandia,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, John Nahumuri, di Jayapura, Jumat (19/2/2016).

Untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor kopi ke Polandia, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan bahan baku (kopi) supaya pengirimannya dilakukan secara berkelanjutan.

Kemudian, perluasan areal perkebunan, intensifikasi (peningkatan kegiatan), serta diversifikasi, agar dapat mencukupi kebutuhan kopi yang diminta Pemerintah Polandia.

“Sebab sangat penting melakukan perbaikan kualitas yang mesti terus dilakukan sebelum kopi itu dikirim,” ucapnya.

Ia mengakui hasil produksi kopi Papua masih sangat terbatas. Meski demikian, peluang dan tantangan ini perlu terus didorong. Supaya hasil kopi yang diusahakan petani Papua bisa memiliki pasar di luar negeri.

“Kopi kita sudah terkenal tapi produksinya masih terbatas. Namun Pemerintah Provinsi Papua akan terus berupaya mengembangkan komoditas ini di wilayah Lapago dan Meepago guna menangkap peluang ini,” kata John.

Sebelumnya, Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Republik Polandia untuk Indonesia, Romuald Morawski, mengatakan pihaknya sangat tertarik mengekspor kopi dari Papua dan berharap keinginan tersebut bisa segera terealisasi.

“Kami sangat menyukai kopi Papua karena kualitasnya yang bagus sehingga jika boleh dapat diekspor ke Polandia. Sebab kami merupakan penikmat kopi asal Papua,” kata Romuald. (Alexander Loen)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X