BANDUNG, Indonesia2Day – Tanah yg subur membuat Indonesia kaya mulai hasil perkebunan, terutama perkebunan dataran tinggi seperti kopi. Salah sesuatu dataran tinggi di Indonesia ternyata memproduksi kopi arabika terbaik, rendah asam dan kafein.

Kwei Ing, salah sesuatu penyedia kopi arabika Papua ketika Organic Weekend Festival di Hotel Crowne Plaza Bandung, Sabtu (19/3/2016) menyampaikan kopi arabika dari dataran tinggi Papua yaitu salah sesuatu kopi terbaik yg dimiliki Indonesia.

“Kopi arabika yg ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yg mendekati nol, dan kafein yg rendah. Karena semakin tinggi tempatnya, kopi arabika mulai semakin bagus,”

ujar Ing kepada KompasTravel.

Menurut Ing, kopi arabika ditanam pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, secara geografis termasuk yg tertinggi di dunia. Sehingga bebas polusi, bebas hama, dan tak membutuhkan pupuk.

Kopi tersebut pun diekspor ke dua negara Eropa bahkan Amerika, tetapi masyarakat Indonesia banyak yg belum mengetahui kehebatan kopi Papua tersebut.

Menurutnya kopi organik tersebut memiliki antioksidan 10 kali dari buah lemon, dan digunakan sebagai obat dua penyakit di Amerika, seperti kanker payudara dan vertigo. Kafein yg didapat dari dataran tinggi papua yaitu pencegah kanker payudara terbaik.

Salah sesuatu kopi arabika organik yang berasal Papua tersebut ber label Hibo, kopi tersebut dipanen hingga diolah di Papua. Dia menambahkan proses tersebut dikerjakan bagi menjaga kualitas biji kopi yg di panen, buat segera diolah dan dikemas.

“Kopi arabika yg rentan terhadap hama, ditanam secara organik dan diberi perlakuan khusus agar bebas hama. Untuk menjaga kualitas, segera di-roasted di Papua, baru dibawa keluar setelah siap,”

ujar Ing.

Hibo sendiri cuma mengeluarkan beberapa macam atau beberapa varian rasa yg berbeda sesuai dari tahapan pengolahannya. Pertama dark french yg lebih ringan dan black italian, yg memiliki cita rasa arabika lebih kuat dan lebih hitam.

KompasTravel berkesempatan mencicipi keduanya di stand kopi organik Papua tersebut, ketika acara Organic Weekend Festival di Crowne Plaza Bandung. Dark french memiliki warna yg lebih tembus pandang, dibanding black italian.

Ketika diseruput, dark french memiliki rasa pahit yg sama seperti arabika pada umumnya tetapi rasa asamnya lebih tipis. Sedangkan black italian, memiliki aroma dan pahit yg lebih kuat, tetapi sama sekali minim rasa asamnya.

Ing menambahkan seandainya ampas dari kopi organik tersebut baik bagi detoksifikasi. Dengan cara diseduh ulang dengan memakai air pans, dan diminum tanpa campuran.

Kopi arabika organik dari Papua tersebut mampu Anda dapatkan di Natural Farm, Trans Studio Mall Bandung, dan Graha Radio Maestro, Jalan Kacapiring nomor 12, Bandung. Untuk takaran 100 gram seharga Rp 65.000 dan 200 gram seharga Rp 100.000.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X