MARCH 20, 2016/ARJUNA PADEMME / Jubi

ayapura, Jubi – Wakil Ketua II DPR Papua, Fernando AY Tinal mengatakan, Papua punya banyak potensi dibidang perkebunan yang belum dimaksimalkan pemerintah provinsi dan kabupaten. Salah satu potensi itu yakni kopi arabica.

Ia mengatakan, jenis kopi yang cocok dikembangkankan di wilayah pegunungan Papua itu belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Padahal ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan menjadi salah satu komoditas unggulan.

“Saya berharap, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mendukung pengembangan kopi arabica di Papua,” kata Fernando Tinal, Sabtu (19/3/2016).

Menurutnya, kopi arabica mestinya dijadikan salah satu komoditas ekspor andalan untuk Papua. Apalagi kopi jenis itu terdaftar dalam bursa saham dunia New York Stock Excange (NYSE).

“Pemerintah provinsi maupun kabupaten, perlu mendukung pengembangan kopi arabica Papua. Ini bisa dijadikan salah satu produk unggulan Papua,” ucapnya.

Di Papua kata Tinal, sudah ada Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica. KSU yang kantor pusatnya di Wamena, Jayawijaya tersebut sejak 2006 lalu merintis pengembangan kopi, pengolahan kopi, mengekspor biji kopi berdasarkan standar nasional dengan merek dagang BBCoffee (Baliem Blue Coffee). Wilayah produksi KSU Baliem Arabica di lima kabupaten yakni Jayawijaya, Tolikara, Lani Jaya, Mamberamo Tengah dan Yahukimo.

“Sejak 2009, BBCoffee telah diekspor ke pasar mancanegara. Akhir 2013, KSU itu membuka kantor distibusi dan penjualan di Yogyakarta dengan membentuk sebuah pasar online, offline dan barter produk spesialti,” katanya.

Terpisah anggota Wakil Ketua Komisi II DPR Papua bidang perekonomian, Madai Gombo mengatakan, dibidang perkebunan, Papua punya berbagai potensi yang bisa dikembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Misalnya saja kopi, buah merah, ubi jalar, singkong dan lainnya. Ini bisa jadi sumber ekonomi masyarakat,” kata Madai Gombo.

Tak hanya bidang perkebunan, katanya Papua juga potensi untuk perternakan. Misalnya peternakan ayam, sapi dan babi. Semua peluang itu perlu dimanfaatkan pemerintah setempat. (Arjuna Pademme)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X