Ir. Didimus Tebay. Foto: Yermias Degei
Ir. Didimus Tebay. Foto: Yermias Degei

Jayapura, Jubi – Pegunungan Papua di bagian Timur kita kenal Kopi Wamena dan pegunungan Papua bagian barat kita kenal Kopi Moanemani. Kopi dikenal luas karena murni 100% organik. Produk kopi dari dua daerah ini diekspor hingga keluar negeri.

Pemerintah Kabupaten Dogyai melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) setempat telah mengunjungi Yayasan Pengembangan Pertanian, Perkebunan, Perternakan dan Perikanan (P5) Moanemani yang mengelola kopi asli.

Kepala Dinas Perindagkop Dogiyai, Andreas Gobai mengatakan, tujuan utama dirinya mengunjungi ke P5, yaitu melihat secara langsung kondisi perkembangan dan pengembangan Kopi Arabika Moanemani tersebut.

“Agar ke depan kami hendak mendorong P5 menjadi satu model pengembangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Andreas Gobai kepada Jubi per telepon selular, Selasa (5/4/2016).

Selain itu, menurut mantan Ketua AMPTPI wilayah Indonesia Timur ini, pihaknya juga hendak mendrong agar P5 menjadi salah satu ikon dari kawasan wilayah adat MeePago.

“Kami dari Perindakop ke P5 agar melihat dari dekat setiap permasalahan yang dialami oleh Yayasan P5 selama 30 tahun ini,” kata Gobai.

“Semoga P5 menjadi modal sosial yang baik ke depan. Agar kami pemerintah melalui Perindakop mendorong P5 menjadi lebih baik. Kehadiran P5 juga hadir untuk mendorong bagian upaya orang Papua menjadi tuan di negeri sendiri. Bukan menjadi tamu di negeri sendiri,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen pengembangan P5 Moanemani melalui Perindagkop Kabupaten Dogiyai, guna terwujudnya Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera agar Dogiyai juga menjadi Dou Enaa.

Ketua Yayasan P5 Kopi Arabika Moanemani, Ir. Didimus Tebai meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai guna pengembangan P5 ke depan. Maka, pemerintah Kabupaten Dogiyai jangan lagi menyayangi proses kemiskinan dari pada orang miskin.

“Kami mau Pemerintah harus bantu kami. Karena ini adalah salah satu potensi daerah yang sduah ada sejak masih distri Kamuu dalam pemerintahan Kabupaten Nabire,” kata Didimus Tebai.

Ia mengaku, selama ini tidak ada bantuan apapun dari pemerintah setempat kepadanya. Walau demikian, ia bangga menjadi diri sendiri dengan usaha itu.

“Sama sekali tidak pernah dapat apapun dari Pemerintah Daerah. Saya sama sekali tidak tahu tentang semua yang dibantu kepada saya,” katanya. (Abeth You)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X