Petani kopi menggelar aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Papua – Jubi/Abeth You
Petani kopi menggelar aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Papua – Jubi/Abeth You
Jayapura, Jubi – Petani Kopi Papua dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica sebagai exportir tunggal kopi dari Tanah Papua kembali menggelar aksi damai di halanan Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (7/4/2016).

Koordinator lapangan (Korap) aksi, Tinus Uaga mengatakan, aksi lanjutan tersebut menuntut kembali perjanjian dari Kepala Dinas Perkebunan, Provinsi Papua pada aksi sebelumnya, bahwa dalam waktu yang dekat pihaknya akan menggelar pertemuan bersama Gebernur Papua bersama para petani kopi tersebut guna mendapatkan penjelasan dana KSU tepat pada sasaran.

“Kami petani kopi Papua ini mengawal program Gubernur Papua, Lukas Enembe sekaligus program yang kami buat. Yakni kerakyatan ekonomi Papua menuju kemandirian,” tegas Tinus Uaga di hadapan massa aksi yang disambut tepukan tangan.

Dikatakan Uaga, dana untuk petani kopi Papua harus diturunkan ke lapangan agar sesuai tepat pada sasarana kepada masyarakat yang sedang kerja di perkebunan Kopi yang ada di LaPago dan MeePago, serta wilayah adat lainnya.

Apalah artinya ada Dinas Perkebunan, tanpa ada pembinaan kepada petani di lapangan. Pihaknya menuding Kepala Disbun Papua sedang menghalangi visi dan misi serta program kerja dari Gubernur Papua, yakni Sehat, Mandiri dan Sejahtera.

“Padahal program koperasi ini kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebe kami sudah 6 kali mengekspor hasil kopi. Tetapi, pada masa Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Dinas ini (Perkebunan) tidak ada,” terangnya.

Ia menegaskan, selama tiga tahun kepemimpinan Lukas Enembe tidak buat apa-apa untuk petani kopi. Padahal, banyak rencana yang telah dilakukan, yakni buah merah menjadi sabun, sampoo, jus dan sebagainya.

“Tapi, kami rencana semua telah gagal. Ini digagalkan oleh Dinas Perkebunan Papua. Ini adalah hasil karya anak negeri, anak adat Pegunungan Papua yang bekerja di atas negerinya sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Disbun Papua, Ir. John D. Nahumury mengatakan, pihaknya akan segera memfasilitasi para petani kopi tersebut untuk bertemu dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe agar dapat menyapaikan sendiri keinginannya.

“Sebenarnya hari ini kami bisa fasilitasi. Tapi, pak Gubernur lagi menerima tamu dari BPK RI dan juga membuka Musrenbag Papua. Sehingga, kami usahakan pekan depan. Kami minta petani kopi bisa pahami kondisi ini. Yang jelasnya kami mendukung aspirasi dari petani, sekaligus kerja mereka di lapangan,” terangnya. (Abeth You)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X