Oleh pada 20 Mei 2016, 14:34 WIB

 Jakarta – Kopi seakan bukan lagi minuman bapak-bapak atau orang tua. Kopi kini menjadi gaya hidup, terutama di kalangan anak muda. Minum kopi sekarang kebanyakan hanya untuk gaya-gayaan, pamer foto upload di sosial media, dan sekadar basa-basi.

Hal inilah yang membuat kafe sekarang banyak dibuka. Meskipun kafe sudah banyak dibuka, jumlah penjual kopi keliling seakan tak surut, misalnya di Jakarta. Area di Gelora Bung Karno, Sarinah, Bundaran HI, Monas, Taman Menteng, juga Taman Suropati, merupakan beberapa tempat yang banyak terdapat pedagang kopi keliling.

Dengan tingginya persaingan penjualan kopi, kira-kira berapa ya pendapatan pedagang kopi keliling ini?

Seorang pedagang kopi keliling asal Sampang, Madura, Jawa Timur, bernama Kholil, mengaku telah menekuni usaha ini sejak enam tahun silam. Tanpa ragu, Kholil membeberkan besaran uang yang ia terima selama menjajakan dagangannya. Di hari biasa, ia bisa mendapatkan uang Rp 250.000 per hari, sedangkan jika malam minggu ia bisa mengantongi Rp 450.000 per hari.

Namun, uang itu tak semua menjadi milik Kholil. Ia harus menyetor uang tersebut kepada bosnya di Kwitang. Bos yang tidak disebutkan namanya itu tidak hanya memayungi Kholil, tapi juga para pedagang kopi lainnya.

 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X