Metro Merauke – Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan petani kopi di wilayahnya. Jika itu dilakukan, berarti pemerintah dianggap telah mensejahterakan masyarakat Papua di wilayah pegunungan.

“Jika ingin membantu masyarakat gunung di Papua, jangan hanya bangun jalan, tapi juga ekonomi,” katanya seperti dilansir poskotanews.

Menurut Lukas, selama ini warga di daerah pegunungan identik dengan kemiskinan, konflik dan tertutup. Maka, untuk mengatasi hal itu, bukanlah dengan cara menggenjot infrastuktur saja, namun mesti pula menghidupkan ekonomi masyarakat, dengan mengembangkan kopi.

Luas areal kopi di Papua pada tahun 2015 tercatat 10.113 ha, dengan produktivitas per ha hanya 438 kg. Sentra kebun kopi terdapat di Kabupaten Jayawijaya dengan luasan hampir 3091 ha. Sedangkan sisanya tersebar di Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Yahukimo, Puncak, Paniai, Tolikara, Lanny Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Nduga dan Kabupaten Mimika.

Pengembangan kopi ini selaras dengan visi Papua yakni Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. Artinya dengan kopi, masyarakat Papua dapat bangkit memanfaatkan potensi sumber daya alam.

“Jadi tujuan akhirnya yakni masyarakat sejahtera, yaitu bisa memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Lukas.

Menurut Lukas, pihak Kementan, jangan hanya mengurusi padi, jagung, dan kedelai (Pajale).

Kepala Dinas Perkebunan Papua, John Nahumury menambahkan, kopi Papua cukup diminati di dalam dan luar negeri termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan gerai kopi Starbucks.

Terbukti, saat ini permintaan akan kopi Papua dari kalangan pemilik café ataupun eksportir Jakarta dan Surabaya cukup besar. Bahkan, pemerintah Polandia menyatakan minatnya untuk mendapatkan kopi Papua sebagaimana disampaikan wakil kedutaan besar Polandia untuk Indonesia saat kunjungan ke Papua beberapaa waktu lalu. (poskotanews.com)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X