Provinsi Papua menyimpan potensi kopi berkelas dunia. Papua menjadi salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia yang sangat diminati, selain kopi Gayo, Mandailing, Jawa, Toraja, Sumatera, dan Sulawesi,” kata Tom Lembong dalam keterangan tertulis, Minggu (12/6/2016).

Data Dinas Perkebunan Provinsi Papua mencatat terdapat 16 petani kopi di Papua yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Dogiyai.

Tom Lembong menjelaskan, sejumlah pemerhati kopi di Jakarta turut serta dalam kampanye ini. Bersama Pemerintah Pusat, mereka diajak memberikan edukasi mengenai teknik budi daya, pengolahan pascapanen, dan pemasaran.

“Kegiatan pemberdayaan dan edukasi ini bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani agar lebih optimal. Kita tahu bahwa konsumen rela membayar mahal untuk kopi yang nikmat, namun sayangnya petani kurang mengetahui harga jual kopi di pasaran,” lanjut Tom.

Kabupaten Dogiyai memiliki 10 kecamatan yang keseluruhannya menyimpan potensi kopi, namun belum maksimal produksinya. Di kabupaten ini, dia melihat dari dekat tahapan produksi kopi dan fasilitas pengeringan, serta proses produksi kopi dari awal hingga akhir.

Saat ini, proses pengolahan kopi di Dogiyai masih tradisional. Mesin-mesin seperti mesin penumbuk yang digunakan pun masih sisa peninggalan Belanda dan belum ada peremajaan.

Proses penjemuran dan pengupasan kulit masih manual, serta kopi disangrai dengan kompor dan ditumbuk. Perkebunan kopi di Kabupaten Dogiyai merupakan perkebunan peninggalan misionaris Belanda di tahun 1890-an.

Kwei Ing, salah satu penyedia kopi arabika Papua saat Organic Weekend Festival di Hotel Crowne Plaza Bandung, Sabtu (19/3/2016) mengatakan kopi arabika dari dataran tinggi Papua merupakan salah satu kopi terbaik yang dimiliki Indonesia.

“Kopi arabika yang ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yang mendekati nol, dan kafein yang rendah. Karena semakin tinggi tempatnya, kopi arabika akan semakin bagus,” ujar Ing kepada KompasTravel.

Menurut Ing, kopi arabika ditanam pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, secara geografis termasuk yang tertinggi di dunia. Sehingga bebas polusi, bebas hama, dan tidak membutuhkan pupuk.

Kopi tersebut pun diekspor ke beberapa negara Eropa bahkan Amerika, tapi masyarakat Indonesia banyak yang belum mengetahui kehebatan kopi Papua tersebut. Menurutnya kopi organik tersebut memiliki antioksidan 10 kali dari buah lemon, dan digunakan sebagai obat beberapa penyakit di Amerika, seperti kanker payudara dan vertigo. Kafein yang didapat dari dataran tinggi papua merupakan pencegah kanker payudara terbaik.

Jenis Kopi Papua terbaik

  • Kopi Timika.

Menyebut nama Timika, pasti yang terbayang adalah Freeport dengan produksi tembaga dan emasnya. Tapi tauka anda jika di baagian pedalaman Timika tumbuh kopi kelas dunia? Jenis kopi yang dibudidayakan disana adalah kopi Arabica. Tersebar di wilayah suku Amungme yakni di daerah Hoea, Tsinga, Utekini, dan Aroanop Kopi ini serpertinya sangat istimewa namun belum terkenal seperti kopi Arabika baliem. Salah satu brad dari kopi Wamena adalah kopi Amungme Gold. Ada lagi satu kopi dari TImika yang harum dan enak adalah kopi Pogapa Pone. yang satu ini kemungkinan berasal dari daerah Sugapa.

  • Kopi Nabire.

Kopi Nabire lebih banyak tersebar di daerah Paniay dan Deiyai. jenisnya , lagi-lagi arabika. Kopi Nabire juga belum seterkenal kopi Wamena.  Masih ada lagi kopi Arfak dan Kebar di Manokwari dan Kopi Kaimana. Sayang. kedua kopi dari daerah ini seakan mati suri. sangat sulit untuk mendapatkan bijikopinya dipasar. Katanya kebun-kebun kopi di daerah tersebut sudah tidak mendapat perhatian yang baik dari para petani kopi.

  • Kopi Wamena

Kopi Wamena adalah jenis kopi dari Papua yang paling dikenal banyak orang didalam negeri. Kopi Wamena juga sering dijumpai di kedai-kedai kopi besar semisal Anomali Coffee.Pasarannya juga sudah menembur pasar ekspor. Saya sendiri lebih suka menyebut kopi wamena dengan sebutan Arabika Baliem. ingin lihat jenis kopi lainnya silahkan kunjungi website Mr O Coffee

Pengolahan Kopi Papua

rosewell-coffee-shop3

Petani Kopi Papua menggunakan proses unik yang disebut sebagai pengupasan basah atau wet-hulling (juga sering disebut sebagai semi washed). Menggunakan teknik ini, para petani mengupas kulit luar buah kopi dengan menggunakan mesin pengupas tradisional yang disebut “luwak”. Biji kopi, yang masih berselaput getah, kemudian disimpan hingga selama satu hari. Setelah masa penyimpanan, biji kopi dibersihkan dari getah dan kopi tersebut dikeringkan dan siap untuk dijual.

Petani di Papua menggunakan proses semi washed. Setelah melakukan pengupasan, kopi difermentasi selama 8 hingga 10 jam. Kemudian dibersihkan dari getah dan biji kopi dikeringkan hingga memiliki kandungan air 12%, atau dikupas dalam keadaan basah dan dikeringkan sebagai biji hijau. Karena lambatnya paparan teknologi modern, maka sebagian besar dari kegiatan pengolahan kopi tersebut dilakukan hanya dengan tangan. Pupuk kimia, pestisida dan herbisida tidak dipakai untuk tanaman kopi ini, dan membuat kopi Papua menjadi kopi yang langka dan juga berharga.

Setelah pengupasan, kopi kemudian disortir berdasarkan ukuran, berat dan warna, pertama menggunakan mesin dan kemudian menggunakan tangan. Terakhir, kopi dikemas dalam kemasan khusus bahan makanan berukuran 60 kilogram untuk ekspor. Sepanjang pelaksanaan proses, dilakukan cupping test untuk memastikan bahwa kopi tersebut memenuhi standar specialty grade.

Setelah penyortiran, beberapa produsen menyimpan kopi mereka selama satu hingga tiga tahun sebelum dipasarkan. Proses ini mengembangkan aroma woody dan kayu manis, dengan karakter yang sangat ringan dan hangat. Biji yang berwarna hijau akan berubah menjadi kuning tua hingga coklat. Roaster suka mengunakan kopi ini sebagai bagian dari racikan khusus, untuk saat Natal misalnya, dimana aroma kayu manis hangat sangat disukai.

Keunggulan Kopi Papua

Keunggulan utama Kopi Papua atau Kopi Arabica Papua ialah penanaman yang dilakukan tanpa pupuk organic ataupun pupuk kimia, jadi 100% Organik.

Di samping itu Papua Arabica Coffee memiliki keunggulan lain:

  • Tumbuh sepanjang pegunungan Jayawijaya dengan ketinggian 1.000 – 2.500 m dari atas permukaan laut.
  • Memiliki aroma dan cita rasa yang khas, karena itu disebut Papua Specialty Coffee
  • Digolongkan Kopi Organik berdasarkan proses pertumbuhan secara alami dan sertifikasi dari berbagia lembaga sertifikasi dunia seperti Rainforest Alliance, Control Union dan USDA.
  • Tidak terasa asam karena memiliki kadar asam yang rendah sehingga aman diminum bagi semua orang dan hampir semua umur.

Petani di Papua menggunakan proses semi washed. Setelah melakukan pengupasan, kopi difermentasi selama 8 hingga 10 jam. Kemudian dibersihkan dari getah dan biji kopi dikeringkan hingga memiliki kandungan   air 12%, atau dikupas dalam keadaan basah dan dikeringkan sebagai biji hijau. Karena lambatnya paparan teknologi modern, maka sebagian besar dari kegiatan pengolahan kopi tersebut dilakukan hanya dengan tangan. Pupuk kimia, pestisida dan herbisida tidak dipakai untuk tanaman kopi ini, dan membuat kopi Papua menjadi kopi yang langka dan juga berharga.

Sumber :

  • http://travel.kompas.com/read/2016/03/24/084200127/Nih.Kopi.Papua.Arabika.Organik.Penuh.Khasiat
  • http://www.kompasiana.com/sumbung/mengenal-kopi-papua_56c743f2349773080ad25e0a
  • http://bisnis.liputan6.com/read/2529415/begini-cara-mendag-bawa-kopi-papua-mendunia
  • http://papuacoffees.com/page/profil-kopi-papua.html

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X