Posted on : 11 Jul 2016 09:10:52

Manokwari, Mediapapua.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy, SH, menilai Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), sangat cocok untuk dijadikan budidaya tanaman kopi.

Hal ini dilihat dari letak geografis dan topografinya yang sangat mendukung, serta daerah tersebut memiliki ketinggian, PH, Suhu dan stuktur tanah yang sesuai syarat budidaya tanaman kopi. “Topografi dan geografis yang mendukung ini, maka harus menjadi perhatian Pemda Pegaf dan Pemprov Papua Barat, agar membuat komitmen untuk menjadikan wilayah ini sebagai lokasi budidaya dan produksi kopi,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas biji kopi yang baik biasanya berasal dari daerah yang memiliki ketinggian, dan di Papua Barat, wilayah ini hanya berada di Kabupaten Pegaf. “Untuk penetapan pegaf sebagai sentral produksi kopi butuh waktu dan komitmen. Jika sudah ada, maka kedepan pemerintah harus siapkan lahan, bibit hingga pada tahap pengolahan produksi kopi,” tuturnya.

Masih kata Irene, sebagai Wakil Gubernur dirinya akan mendorong pembudidayaan tanaman kopi di Pegaf dapat terealisasi. “Pemerintah jangan hanya pikirkan saat ini, tetapi manfaat dan pemasukan daerah kedepan, karena ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan petani kopi,” tukasnya.

“Kopi ini nantinya tidak hanya disuplai ke kabupaten/kota di Papua Barat, tetapi juga akan menjadi komoditi ekspor yang mendatangkan PAD. Baik bagi daerah penghasil, serta mendatangkan devisa bagi Negara ini,”

terangnya.

Wagub menyebut devisa ini nantinya dapat menambah peningkatan perekonomian bagi masyarakat tani di Pegaf, apalagi kebutuhan kopi itu sangat disukai oleh beberapa Negara lainnya di dunia. “Pegaf nanti dapat menghasilkan budidaya kopi dengan aroma memikat. Yang penting tekhnologinya kita tingkatkan sehingga akan betul-betul menghasilkan kopi yang memiliki nilai eksport tinggi. Dan aromanya disukai oleh masyarakat di Indonesia, Eropa, dan Amerika,” ucapnya.

Untuk itu, Pemda pegaf diharapkan dapat mencermati potensi kopi untuk daerah pegunungan, bukan hanya budidaya kopi, tetapi juga budidaya teh. Selain itu, Pegaf juga memiliki potensi pengembangan tanaman hortukultura, seperti Wortel, Kol dan Kentang, serta sayuran lainnya

“Ini harus menjadi bahan cermat dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat, karena ini sangat bagus untuk membuka pasar dan meningkatkan produktivitas dari para petani sesuai dengan kearifan lokalnya masing-masing,” pungkasnya.(mp-19)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X