MajalanDani.com – Di hari yang sama (Sabtu, 11 Juni 2016), sebelum berangkat ke Kabupaten Dogiyai, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong didampingi Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya terlebih dahulu berkunjung Kabupaten Tolikara. Turut hadir saat itu, Staf Kementerian Perdagangan, Pokja Papua Pemrov Papua, Bank Mandiri serta anggota rombongan lainnya.

Ketika tiba Bandara Karubaga Tolikara, Menteri Thomas dan rombon- gan disambut secara meriah dengan tarian adat nan khas. Hadir pada acara penyambutan, para Muspida di lingkup Pemerintah Kabupaten Tolikara, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta ratusan masyarakat. Setelah acara penjemputan langsung digelar acara tatap muka dengan para petani di Aula Kantor Bupati Tolikara di Igari.

Pada acara tatap muka, Menteri Thomas memberikan apresiasi kepada seluruh warga Tolikara atas penyambutan yang sangat meriah di hari itu. Dirinya juga mengakui sangat kagum akan keindahan dan kekayaan alam Tolikara. Menurutnya, potensi alam Tolikara sangat sangat cocok untuk pengembangan sektor perkebunan.

“Dalam perjalanan saya ini, saya melihat Tolikara memiliki topografi yang sangat cocok untuk mengembangkan usaha perkebunan kopi. Karena itu apa yang disebut dengan kopi arabika sangat cocok dikembang- kan di seluruh daerah Tolikara karena daerah Tolikara memilki iklim sub tropis berada dengan curah hujan yang cukup tinggi. Karenanya saya percaya ke depan Tolikara akan mampu menja- di penghasil industri kopi arabika yang unggul,” ungkap Menteri Thomas.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan lanjutnya, akan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh terpadu UMKM di sejumlah bidang usaha baik di bidang perdagangan, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Semua tenaga penyuluh ini akan dikirim ke daerah-daerah termasuk Papua, untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk setiap bidang usaha.

“Kisah moral seseorang yang awal- nya kerja keras sehingga mencapai kesuksesan, sudah kaya tetapi akhirnya sendirian, kalau meninggal sediri tanpa dikelilingi orang -orang tercinta. Jadi usaha apapun juga termasuk us- aha perkebunan kopi dan buah merah apalah gunanya kalau tidak disertai dengan aksebilitas pemasaran yang memadai,” timpalnya.

Menurutnya dalam dunia perdagangan, keuntungan atau provit memang memang diperlukan namun hal itu bukan yang terutama. Yang paling pent- ing dalam perdagangan adalah hubungan sosial antar manusia. Melalui perdagangan tumbuh persahabatan antara penjual dan pembeli yang sem- ula disebut langganan.

“Jadi setiap kali ada tranisaksi antara penjual dengan pembeli, di situ ada titik temu, terjadi kesepakatan tukar barang dengan uang dan seba- liknya. Di sini terjadi persahabatan di dalam perdagangan. Hal ini sering disebut dengan langganan karena langganan itu bisanya lama dan la- ma-lama jadi sahabat,” tuturnya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X