Jayapura (Antara Papua) – Pieter Tan, salah seorang pengusaha kopi di Papua menyebut hingga kini jumlah produksi kopi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, belum bisa memenuhi permintaan pasar, baik dari luar maupun dalam negeri.

“Kopi Wamena cukup banyak permintaannya di dunia. Dari luar negeri mereka minta dengan kuantitis cukup besar,” ujarnya di Jayapura,Minggu.

“Seperti kita ketahui di Wamena sistemnya masih perkebunan rakyat, jadi kalau dengan `buyer` dari luar negeri, kita harus kontrak, dengan kondisi produksi terbatas saya tidak berani kontrak,” sambungnya.

Ia menyebut bila untuk permintaan dari dalam negeri saja jumlah biji kopi dari Wamena masih belum mencukupi.

“Kopi Papua saya jual di lokal Indonesia saja sudah tidak cukup, jadi tetap saya prioritaskan yang di Indonesia, kalau ada lebih baru saya kirim ke luar negeri,” katanya.

Namun Pieter menyebut kini sudah ada peningkatan jumlah produksi kopi Wamena, namun angkanya ia perkirakan baru akan naik secara signifikan pada beberapa tahun ke depan.

“Jumlah produksi di Papua tidak tentu. Tahun ini agak bagus, hanya panennya belum selesai jadi kita belum dapat angka yang pasti. Tahun lalu hasil produksinya tidak sampai 40 ton,” ujarnya.

“Pemerintah cukup mendukung, jadi pemerintah ada kasih penyuluhan kepada petani kopi di Wamena. Sekarang ada penanaman terus, kita harapkan empat sampai lima tahun mendatang hasil produksinya sudah bisa meningkat,” sambungnya lagi. (*)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X