JAYAPURA [PAPOS] – Kopi Papua asal Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) meriahkan pameran International Conference on Biodiversity, Eco-Tourism and Creative Economy/ Ekonomi Kreatif, Keanekaragaman Hayati dan Eko Wisata (ICBE) 2016 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berlangsung 7-10 September 2016 di GOR Cenderawasih, APO.
Sekretaris Koperasi Ok-Yum asal Pegunungan Bintang, Nicolaus Bukega, SP menyebut, kopi yang mulai berproduksi pada 2013 itu telah dipasarkan hingga keluar Papua.

“Pemasarannya sudah sampai keluar Papua yaitu ke daerah Jakarta, Yogyakarta. Bandung dan Bali serta Surabaya, “ujar Nicolaus saat ditemui Papua Pos, di pameran ICBE, Jumat (9/9).

Diakuinya, peminat kopi asli Papua asal Pegubin cukup tinggi, namun sayangnya permintaan dari masyarakat belum terpenuhi lantaran keterbatasan tempat penyimpanan.

“Per bulan kita hanya kirim sekitar 14 ton untuk biji kopi basah, dan 7 ton untuk biji kopi kering, karena gudang penyimpanan terbatas, saat ini kita fokus untuk memperluas tempat penyimpanan kopi, “terang Nicolaus.

Awal keberadaan kopi asli Papua asal Pegubin sekitar tahun 1960 an. Ketika itu Missionaris dari Belanda datang ke daerah tersebut dan menanam kopi jenis Arabica.

Missionaris tersebut merahasiakan keberadaan kopi yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit asma akut itu dengan kadar nol persen asam.

Setelah masa tugas missionaris itu selesai dan akan kembali ke Belanda, barulah mereka menyampaikan kepada masyarakat setempat bahwa ada buah yang bisa diolah menjadi minuman.

“Mereka baru menyampaikan kepada masyarakat setempat setelah masa tugas mereka berakhir di Pegunungan Bintang, “kata Nicolaus.

Kebun kopi tersebut akhirnya diambil alih oleh masyarakat setempat dan diolah menjadi minuman. Namun, cara memasarkan kopi tersebut, kata Nicolaus, belum diketahui masyarakat.

“Pohonnya tumbuh sekitar 8-12 meter karena belum dikelola secara baik. Setelah saya menyelesaikan pendidikan di luar daerah dan kembali ke tengah-tengah masyarakat Pegubin, mulai saya kelola dan arahkan para petani kopi dengan baik, termasuk mendirikan koperasi Ok Yum, “jelasnya.

Nicolaus menuturkan, luas lahan kopi mencapai 60 hektar, digarap oleh 1.300 petani yang merupakan penduduk asli Pegubin.

Menyoal kemasan kopi, Nicolaus mengatakan, dipesan khusus dari pulau Jawa, namun merek yang tertera pada kemasan merupakan hasil karyanya.

“Brand/merek hasil karya saya, dalam waktu dekat akan kami patenkan merek tersebut. Saat ini sudah saya daftarkan di Kementerian Hukum dan HAM, “katanya. [srb]

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 10 September 2016 00:23

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X