SuaraMerdeka.com – AROMA kopi melangit di Merbabu Hall, kompleks PRPP, Jumat (2/12) sore. Di bagian depan ruangan, sejumlah barista dari berbagai daerah di Indonesia berlomba dalam ajang Indonesia Roasting Championship dan Indonesia Blending Brewing Championship.

Mereka meracik kopi sekaligus mengenalkan kekayaan kopi khas Nusantara kepada pengunjung. Dalam festival kopi yang berlangsung hingga Minggu besok ini, disugugkan antara lain kopi kintamani, muria, papua, aceh, sunda, sumbawa dan kerinci.

”Kami ingin mengubah anggapa masyarakat agar tidak sekadar minum kopi instan saja. Tetapi, melalui festival ini diharapkan masyarakat menjadi tahu kekayaan kopi khas Indonesia. Kopi dari dalam negeri jauh nikmat ketimbang kopi impor,”

kata penggagas Jateng Coffee Fest yang juga pemilik Strada Coffe, Evani Jesslyn.

Dalam dua perlombaan para barista, diikuti masing-masing 25 dan 70 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi Evani, kopi bukanlah konsumsi kaum elite semata. Kopi kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat semua kalangan.

Karena itu, pengenalan sekaligus pengetahuan mengenai kopi mesti terus digencarkan. ”Karena kopi untuk semua kalangan, festival kopi menjadi salah satu cara kami untuk lebih memasyarakatkan kopi khas Indonesia biar makin dikenal dan dicintai,” kata dia.

Hadirkan Nicholas

Pada Sabtu ini pukul 19.00, pihaknya bakal menghadirkan aktor film Ada Apa dengan Cinta, Nicholas Saputra. Ia akan berbagi pengalaman seputar kegemaran meminum kopi bersama Pepeng dari Klinik Kopi, Yogyakarta.

Dalam salah satu adegan di film Ada Apa dengan Cinta 2, Nicholas yang berperan sebagai Rangga mampir ke kedai kopi milik Pepeng. ”Kami menghadirkan Nicholas dan Pepeng untuk menyuguhkan romantisisme kepada pengunjung tentang film AADC 2,” kata dia.

Sementara Minggu besok, akan diumumkan pemenang lomba Indonesia Roasting Championship dan Indonesia Blending Brewing Championship. Ketua Komunitas Pencinta Kopi Semarang itu mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi festival yang mempertemukan para pencinta kopi dari berbagai daerah.

Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan serupa sehingga kopi lokal makin dikenal. Hal tersebut, menurutnya, bakal mengggerakkan ekonomi dan industri kreatif, karena industri kopi berada pada dua wilayah kerja itu. Komunitas Pencinta Kopi digandeng oleh Harian Suara Merdeka untuk membuat program Lobi Kopi.

Program ini bakal mewadahi semua komunitas maupun kantor yang bakal menyelenggarakan kegiatan maupun berbincang santai. Kopi menjadi sarana mempererat pihak yang bertemu. Ya, karena kopi untuk semua… (Dhoni Zustiyantoro-71)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X