KABARPAPUA.CO, Moanemani – Sembilan dari 10 distrik di Kabupaten Dogiyai merupakan penghasil kopi andalan dari seluruh tanah Papua.

Kopi selama ini masih dipandang sebelah mata, padahal membuktikan diri bisa mengantar pejabat Papua ke sekolah. (Liputan6.com/Katharina Janur)
Kopi selama ini masih dipandang sebelah mata, padahal membuktikan diri bisa mengantar pejabat Papua ke sekolah. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Hanya ada satu distrik yang bukan sebagai penghasil kopi, yakni di Distrik Sukikai Selatan yang terletak di wilayah pesisir pantai. Sementara 9 distrik lainnya yakni Kamuu, Dogiyai, Kamuu Utara, Kamuu Timur, Kamuu Selatan, Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaye, merupakan daerah penghasil kopi pilihan.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil menengah (UKM) Kabupaten Dogiyai, Andarias Gobai menyebutkan, untuk membangkitkan kembali era kejayaan kopi Dogiyai, pemerintah setempat tahun ini menggelontorkan Rp2 miliar.

“Para petani kopi akan diberikan pelatihan dan pendampingan hingga menghasilkan kopi yang bermutu dan dapat di jual ke pasaran. Kami telah bekerjasama dengan Asosiasi Kopi Indonesia (Scopi),” kata Andarias, Minggu 26 Maret 2017.

Model pembinaan petani kopi Dogiyai akan diberikan kepada 2-3 petani kopi di setiap kampung. Nantinya sebanyak 79 kampung memiliki petani kopi percontohan. Lalu, petani kopi yang telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan ini akan mengajarkan ilmunya kepada petani kopi lain di kampungnya.

Tentunya, petani kopi percontohan itu ada syaratnya, yakni memiliki kebun kopi, mau menanam kopi dan yang terpenting mau tinggal di kampung untuk terus membagi ilmunya kepada petani lainnya. *** (Katharina)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X